Tampilkan postingan dengan label Cap & Print Ketika Membeli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cap & Print Ketika Membeli. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2018

Cara Membedakan Batik Tulis, Cap & Print Ketika Membeli


Sulit sekali bagi kebanyakan orang untuk membedakan yang mana yang batik tulis, cap, cetak dan print. Karena untuk mata kebanyakan orang, mereka terlihat sangat serupa. Hampir tidak ada bedanya.

Tapi percaya deh sama saya, mereka berbeda. Semoga tips dibawah bisa membantu anda ya. Kalau bisa sebelum membeli batik, anda praktekan semua tips tips ini, atau minimal beberapa biar lebih yakin. Kenapa?
Karena tidak semua penjual itu jujur, bahkan kami cukup sering menemukan beberapa penjual yang tidak tau barang dagangan mereka itu batik tulis atau cetak.
Mereka dengan pedenya bilang kalau itu tulis. Awas Bung! Kadang-kadang mereka suka mirip. Batik cetak itu, banyak yang setelah dicetak lalu dicolet dengan kuas, sehingga sangat mirip batik tulis. Lakukan langkah-langkah dibawah untuk menghindari ini.

1. Perbedaan Harga – Batik tulis itu yang paling mahal, yang kedua termahal adalah batik cap, yang terakhir adalah batik printing & cetak.
Jadi sangat bijaksana apabila pertama kali anda melihat batik yang anda suka, anda sudah bisa mengkategorikan batik tersebut termasuk batik apa, hanya dari harganya.
Batik tulis yang murah, biasanya harganya mulai dari 250.000 IDR. Motifnya tidak rapat-rapat, tapi jarang-jarang. Beberapa daerah yang menjual batik tulis dengan harga murah (dan kualitas bagus) adalah Lasem dan Cirebon. Walaupun daerah ini tentunya juga punya batik tulis yang mahal, hingga puluhan juta.
Sedangkan batik tulis Solo dan Pekalongan pada umumnya mahal, pasti diatas 500.000 IDR. Pada umumnya batik tulis yang tergolong kelas atas dibanderol dengan harga diatas 500.000 IDR. Motifnya juga rumit sekali, dan sangat indah.

2. Cium Baunya – Bau malam merupakan suatu bau yang khas. Biasanya kalau batik tulis atau cap, bau malam ini masih melekat dengan santer pas dijual. Bau malam itu seperti apa ya, mungkin yang mirip adalah bau minyak tanah. 
Jadi coba anda ambil kain tersebut, dan cium baunya. Kalau memang bau malamnya masih ada, berarti batik tersebut adalah batik tulis atau cap.
Batik print tidak menggunakan malam sama sekali, jadi anda tidak akan keliru. Kecuali batik print itu ditumpuk bersama dengan batik tulis dalam waktu yang lama. Maka teknik ini tidak jadi terlalu akurat. Makanya jangan hanya menggunakan satu teknik untuk memastikannya. 
Batik tulis yang sudah dicuci berulang-ulang juga tidak akan mengeluarkan bau malam, karena semua malamnya sudah luntur dicuci. Jadi sulit untuk memastikan hanya dengan menggunakan teknik ini. Namun anda tetap harus coba, lalu silahkan anda lanjut ke metode berikutnya.

3. Perhatikan Motif-Motifnya – Anda bisa perhatikan secara seksama Bung. Apabila batik itu rada-rada berantakan, beleber, maka batik itu kemungkinan besar adalah tulis atau cap. Biasanya cap lebih rapih dari batik tulis, namun tidak jarang batik cap juga ada bagian-bagian yang tidak sempurna.
Batik tulis itu tidak akan pernah rapi, anda harus temukan dimana cacatnya. Motifnya pada satu kain hampir tidak pernah sama persis, pasti ada perbedaannya. Perhatikan bagian lekukan, ukuran masing-masing motif, atau bekas malam yang luber.
Kalau batik cap, biasanya lebih rapih. Motifnya cenderung berulang-ulang, dan kemungkinan besar sama. Tentunya karena menggunakan malam, bisa jadi ada yang luber.
Sedangkan batik print dan cetak, kerapihannya mendekati sempurna, bahkan seringkali sempurna. Kalaupun ada cacat, itu adalah kecacatan yang disengaja, dan bentuknya juga masih terlihat sempurna.
Kalau batik lukis, anda tinggal lihat pada motifnya. Apakah ada serat-serat kuasnya? Apakah motif dan gambarnya menyerupai lukisan diatas kanvas?

Zat Pewarna

Ditinjau Dari sumber diperolehnya zat warna tekstil dibedakan menjadi 2 yaitu: zat pewarna alam, diperoleh dari alam yaitu bersal dari...